Agma Ayunda
Minggu, 01 Juli 2012
Agma Ayunda: Multiplex dan Demultiplex
Agma Ayunda: Multiplex dan Demultiplex: Dalam elektronik, telekomunikasi, dan jaringan komputer, multipleksing adalah istilah yang digunakan untuk menunjuk ke sebuah proses di mana beberapa sinyal pesan analog atau aliran data digital digabungkan menjadi satu sinyal. Tujuannya adalah untuk berbagi sumber daya yang mahal. Contohnya, dalam elektronik, multipleksing mengijinkan beberapa sinyal analog untuk diproses oleh satu analog-to-digital converter (ADC), dan dalam telekomunikasi, beberapa panggilan telepon dapat disalurkan menggunakan satu kabel. Dalam komunikasi, sinyal yang telah dimultipleks disalurkan kesebuah saluran komunikasi, yang mungkn juga merupakan medium transmisi fisik. Multipleksing membagi kapasitas saluran komunikasi tingkat-rendah menjadi beberapa saluran logik tingkat-tinggi, masing-masing satu untuk setiap sinyal pesan atau aliran data yang ingin disalurkan. Sebuah proses kebalikannya, dikenal dengan demultipleksing, dapat mengubah data asli di sisi penerima. Sebuah alat yang melakukan multipleksing disebut multiplekser (MUX) dan alat yang melakukan proses yang berlawanan disebut demultiplekser, (DEMUX). Bentuk paling dasar dari multipleksing adalah time-division multipleksing (TDM) dan frequency-division multiplexing (FDM). Dalam komunikasi optik, FDM sering disebut sebagai wavelength-division multiplexing (WDM). Multiplexing adalah suatu teknik mengirimkan lebih dari satu (:banyak) informasi melalui satu saluran. Istilah ini adalah istilah dalam dunia telekomunikasi. Tujuan utamanya adalah untuk menghemat jumlah saluran fisik misalnya kabel, pemancar & penerima (transceiver), atau kabel optik. Contoh aplikasi dari teknik multiplexing ini adalah pada jaringan transmisi jarak jauh, baik yang menggunakan kabel maupun yang menggunakan media udara (wireless atau radio). Sebagai contoh, satu helai kabel optik Surabaya-Jakarta bisa dipakai untuk menyalurkan ribuan percakapan telepon. Idenya adalah bagaimana menggabungkan ribuan informasi percakapan (voice) yang berasal dari ribuan pelanggan telepon tanpa saling bercampur satu sama lain. Teknik multiplexing ada beberapa cara. Yang pertama, multiplexing dengan cara menata tiap informasi (suara percakapan 1 pelanggan) sedemikian rupa sehingga menempati satu alokasi frekuensi selebar sekitar 4 kHz. Teknik ini dinamakan Frequency Division Multiplexing (FDM). Teknologi ini digunakan di Indonesia hingga tahun 90-an pada jaringan telepon analog dan sistem satelit analog sebelum digantikan dengan teknologi digital. Pada tahun 2000-an ini, ide dasar FDM digunakan dalam teknologi saluran pelanggan digital yang dikenal dengan modem ADSL (asymetric digital subscriber loop). Yang kedua adalah multiplexing dengan cara tiap pelanggan menggunakan saluran secara bergantian. Teknik ini dinamakan Time Division Multiplexing (TDM). Tiap pelanggan diberi jatah waktu (time slot) tertentu sedemikian rupa sehingga semua informasi percakapan bisa dikirim melalui satu saluran secara bersama-sama tanpa disadari oleh pelanggan bahwa mereka sebenarnya bergantian menggunakan saluran. Kenapa si pelanggan tidak merasakan pergantian itu? Karena pergantiannya terjadi setiap 125 microsecond; berapapun jumlah pelanggan atau informasi yang ingin di-multiplex, setiap pelanggan akan mendapatkan giliran setiap 125 microsecond, hanya jatah waktunya semakin cepat. Teknik multiplexing yang ketiga adalah yang digunakan dalam saluran kabel optik yang disebut Wavelength Division Multiplexing (WDM), yaitu satu kabel optik dipakai untuk menyalurkan lebih dari satu sumber sinar dimana satu sinar dengan lamda tertentu mewakili satu sumber informasi. Mengenal Teknologi Frequency Division Multiplexing (OFDM) pada Komunikasi Wireless Pendahuluan OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) adalah sebuah teknik transmisi yang menggunakan beberapa buah frekuensi yang saling tegak lurus (orthogonal). Pada saat ini, OFDM telah dijadikan standar dan dioperasikan di Eropa yaitu pada Proyek DAB (Digital Audio Broadcast)[11], selain itu juga digunakan pada HDSL(High Bit-rate Digital Subscriber Lines; 1.6 Mbps)[9], VHDSL (Very High Speed Digital Subscriber Lines; 100 Mbps)[9] , HDTV (High Definition Television)[10] dan juga komunikasi radio[5][7][8]. Teknologi ini sebenarnya sudah pernah diusulkan pada sekitar tahun 1950[1-4], dan penyusunan teori-teori dasar dari OFDM sudah selesai sekitar tahun 1960. Pada tahun 1966, OFDM telah dipatenkan di Amerika[4]. Kemudian pada tahun 1970-an, muncul beberapa buah paper yang mengusulkan untuk mengaplikasikan DFT (Discrete Fourier Transform) pada OFDM[6], dan sejak tahun 1985 muncul beberapa paper yang memikirkan pengaplikasian tekonologi OFDM ini pada komunikasi wireless. Akhir-akhir ini teknologi OFDM ini kembali menjadi bahan pembicaraan para pakar komunikasi, hal ini tak dapat dipisahkan dari pesatnya perkembangan teknologi LSI. Karena sebelum teknologi LSI berkembang, meskipun secara teori sangat menjanjikan, tapi OFDM dianggap kurang aplikatif karena terlalu rumit. Prinsip dasar OFDM OFDM adalah sebuah teknik transmisi dengan banyak frekuensi (multicarrier), menggunakan Discrete Fourier Transfor (DFT). Bagan dasar dari OFDM ditampilkan pada gambar.1. Cara kerjanya adalah sebagai berikut. Deretan data informasi yang akan dikirim dikonversikan kedalam bentuk parallel, sehingga bila bit rate semula adalah R , maka bit rate di tiap-tiap jalur parallel adalah R/M dimana M adalah jumlah jalur parallel (sama dengan jumlah sub-carrier). Setelah itu, modulasi dilakukan pada tiap-tiap sub-carrier. Modulasi ini bisa berupa BPSK, QPSK, QAM atau yang lain, tapi ketiga teknik tersebut sering digunakan pada OFDM. Kemudian sinyal yang telah termodulasi tersebut diaplikasikan ke dalam Inverse Discrete Fourier Transform (IDFT), untuk pembuatan simbol OFDM. Penggunaan IDFT ini memungkinkan pengalokasian frekuensi yang saling tegak lurus (orthogonal), mengenai hal ini akan dijelaskan lebih lanjut. Setelah itu simbol-simbol OFDM dikonversikan lagi kedalam bentuk serial, dan kemudian sinyal dikirim. Sinyal yang terkirim tersebut, dalam persamaan matematik bisa diekspresikan sebagai berikut, Dimana Re(.) adalah bagian real dari persamaan, f(t) adalah respons implus dari filter transmisi, T adalah periode simbol, v o adalah frekuensi pembawa (carrier frequency) dalam bentuk radian, j adalah fase pembawa (carrier phase), dan bn adalah data informasi yang telah termodulasi yang menjadi input dari IDFT. Sedangkan pada stasiun penerima, dilakukan operasi yang berkebalikan dengan apa yang dilakukan di stasiun pengirim. Mulai dari konversi dari serial ke parallel, kemudian konversi sinyal parallel dengan Fast Fourier Transform (FFT), setelah itu demodulasi, konversi parallel ke serial, dan akhirnya kembali menjadi bentuk data informasi. Apa yang dimaksud dengan Orthogonal ? Istilah orthogonal dalam Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) mengandung makna hubungan matematis antara frekuensi-frekuensi yang digunakan. Dengan persamaan matematika bisa diekspresikan sebagai berikut, dua buah kumpulan sinyal dikatakan orthogonal bila, Pemakaian frekuensi yang saling orthogonal pada OFDM memungkinkan overlap antar frekuensi tanpa menimbulkan interferensi satu sama lain.
Senin, 25 Juni 2012
about me?
aku terlahir menyandang status anak perempuan pertama dri pasangan Bpk. Mustial & Ibu Neldayanti
Dengan karakter yang Bisa di bilang sedikit tomboy, jga sdkit feminim serta banyak keinginan.
beruntung hingga sampai saat ini kedua org tuaku masih bisa menyanggupinya.. (lagian yg aq minta yg wajar2 aj koq)
keseharian..
aku berinteraksi dengan 2 sahabat perempuanku. they are..
*Linda septia jony
*Elza monicha..
mereka yang mensuport aku "DALAM KEADAAN APAPUN ITU."
aku cuma bisa bilang "terima kasih untuk semua sob..!"
aktifitas?
aq bersekolah di sebuah smk swasta di kota padang.
tpatnya d sebuah STM. sekolah yg memiliki mayoritas siswa laki laki lebih banyak.aq fikir, aku salah memilih sekolah ini sebagai tempat pendidikan ku, bukan karena kualitas atau kuantitas sekolahnya, melainkan karena bakat & minatnya, sama sekali tak pernah terfikir oleh ku beraktifitas & berinteraksi dengan mayoritas lelaki seperti ini. namun tak ada yg perlu d sesali. toh akhirnya aq tlah terbiasa n bahagia berada di atara mereka.
mereka bagian dari q.
saat ini...
Aku melanjutkan pendidikan ku ke Politeknik Negeri di Kota padang, gak nyangka banget bisa si terima di Perguruan tinggi yang lubayan ternama di kota ku, dan lebih mengagetkan, aku di terima melalui jalur undangan (mahasiwa undangan) padahal kemampuanku masih di bawah rata2 (kayaknya) hahahhah..
Dan juga hampir sama denga sekolah ku yang lalu, di kampus ku sekarang aku juga masig tetap berkutat dengan para lelaki,, yahh maklum ini perguruan yang dominan nya adalah keteknikan, namun, yang sedikit melegakan para cwe2 cut33 macam aku juga tak terlalu langka untuk di temukan disini (NARSIS :D ) tapi syang,, aku tidak terlalu dekat dengan banyak teman perempuan ku sidini, buakan saja teman perempuan, teman pria juga..
semenjak memulai perkuliahan di t4 ini, aku sedikit tertutup dengan pergaulan, ntah apa penyebabnya, yang jelas saat ini aku hanya bergaul seperlunya, begitupun dengan teman teman seorganisasi ku di kampus..
dan kembali, apapun itu, mereka adalah bagian dari ku.
I love u all :*
Aktifitas lain?
Uda ampir satu tahun aq meluangkan waktu q untuk berbagi, bercengkrama dengan bocah bocah kecil yg lucu bgt.
aq membantu mereka mengenal & mempelajari huruf hijayyah d sebuah masjid di dekat rumah q.
tpi, sedikit aq tekankan, bahwa aq ini bukan USTAZAH yg mungkin klian fikir ato mereka fikir. karna aq merasa gadis seperti q amat sangat g pantas menyandang gelar (ceiileehh kyak srjana aj) seperti itu.
aku juga pernah bisa di bilang lumayan rutin bercuap cuap sebagai penyiar radio di stasiun radio milik sekolah q dulu.
PRATAMA FM.
aktifitas inilah yg sllu bisa mengapus sesal q bersekolah di sarang lelaki itu
Langganan:
Komentar (Atom)




